Selamat datang di blog membangun peradaban. silahkan tulis kritik dan saran

Pages

Senin, 09 April 2012

Women’s Special Days


Women’s Special Days
Oleh Warsito, S.Pd, M.P.I.
Dalam perjalanan kehidupan, manusia mengenal siang-malam, manis-asam, cinta-benci, optimis-pesimis, serta laki-laki dan perempuan. Setiap pasangan di dunia ini saling melengkapi satu dengan yang lain. Sebagai contoh adalah firman Allah dalam surat An-Naba’ ayat 8-11 di mana Dia menjadikan malam untuk istirahat sedang siang untuk mencari nafkah. Kelebihan dan kekurangan yang terdapat di setiap makhluk Allah ini menunjukkan tidak adanya kesempurnaan kecuali milik-Nya. Sedang kelemahan setiap pasangan ini menimbulkan perasaan saling membutuhan sehingga muncul kerjasama.
Bagi seorang lelaki yang telah berkeluarga atau memiliki patner kerja perempuan pasti mendapatkan perubahan sikap pada diri mereka yang tidak seperti biasa selama beberapa hari dalam satu bulan. Sebagai contoh adalah mudah tersinggung, mudah marah, tidak bersemangat atau tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Dalam menghadapi perubahan itu, sebagian orang kadang meresponnya dengan respon yang negatif tetapi sebagian yang lain bisa memahaminya. Sebenarnya apa yang terjadi??
Perubahan sikap perempuan selama beberapa hari dalam satu bulan ini dipengaruhi oleh proses sirkulasi mentruasi atau haid. Dr. Kartono Muhammad menjelaskan bahwa haid terjadi karena tidak ada sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Sel telur pada perempuan diproduksi oleh hormon Progesteron yang dirangsang oleh hormon estrogen. Dua hormon yang diproduksi oleh kandung telur ini secara teratur bekerja sama memproduksi sel telur setiap bulan sehingga perempuan mengalami haid secara rutin kecuali jika dia hamil atau telah memasuki masa monopouse.
Bagi perempuan, hari-hari haid adalah hari-hari yang sangat berat bagi mereka. Menurut Beryl Kingston dalam bukunya yang berjudul “Mengatasi Nyeri Haid” 70% wanita merasakan nyeri menjelang haid dan sebagian yang lain merasakan nyeri selama haid. Lebih lanjut, dia menyebutkan dua rasa nyeri yang dirasakan perempuan menjelang atau selama haid.   
Yang pertama adalah Dismenorhea Spasmodik (kejang). Kejang ini merupakan nyeri yang sangat menyakitkan, rasa sakitnya sukar ditahan, dan mencengkram. Nyeri ini terasa di bagian bawah perut perempuan yang biasa terasa ketika menjelang haid. Rasa nyeri ini berlangsung selama setengah hari sampai lima hari menjelang haid. Pada masa ini, sebagian wanita ada hanya berbaring dan tidak berkerja. Sebagian yang lain merasa mual bahkan ada yang muntah. Nyeri ini biasa terjadi pada wanita yang belum melahirkan, nyeri ini bisa berkurang atau bahkan hilang setelah wanita melahirkan anak pertama.
Yang kedua adalah Kongestif atau rasa pegal yang menyiksa. Seorang wanita ketika tidak kejang ada kemungkinan dia mengalami yang kedua, yaitu pegal yang terasa di seluruh tubuh. Rasa sakit ini terjadi selama dua sampai tiga hari atau bahkan seminggu sebelum haid dan ketika darah haid sudah keluar, seorang wanita merasa nyaman tetapi sebagian wanita tetap merasakan sakit selama haid. Hal-hal yang biasa dirasakan adalah rasa pegal yang menyiksa, buah dada kadang sakit, perut kembung, sakit kepala, dan pegal pada paha. Pada masa ini, perempuan kadang merasa kesulitan melakukan sesuatu dengan rapi, mudah tersinggung, dan kadang kehilangan keseimbangan.
Apa yang disarankan ketika seorang wanita sedang haid? Para ahli kesehatan menganjurkan perempuan untuk merilekkan badan ketika haid. Hal ini dengan cara membaringkan tubuh, dipijak bagian tangan, leher, dan kepala. Bagi wanita yang bekerja, mereka sangat dianjurkan untuk mengkomunikasikan keadaan mereka pada atasan supaya mereka tahu perubahan cara kerja karena kondisi fisik yang menuntut demikian. Para wanita yang memaksakan kerja biasanya sering melakukan kesalahan bahkan kecelakaan kerja. Berdasarkan data penelitian, kecelakaan kerja pada pada wanita secara umum terjadi saat menjelang haid atau 48 jam sebelum haid.
Bagi perempuan yang tetap bekerja dan tubuh dipaksa menahan sakit maka badan akan bereaksi. Antara lain, otot tubuh tegang, bernafas lebih cepat, tekanan darah memuncak untuk menyediakan oksigen bagi otot yang tegang, denyut nadi berdenyut lebih kencang, jumlah kadar gula yang dilepas hati lebih banyak untuk mensuplai bahan bagi otot, keseimbangan kalium dan natrium di dalam tubuh berubah dan pada saat seperti ini, perempuan merasa tidak nyaman.
Kondisi perempuan ketika haid itu yang mendorong aktivis perempuan (feminis) di berbagai Negara menuntut pemerintah mengeluarkan undang-undang tentang cuti haid. Undang-undang itu yang akan menekan pemilik perusahaan untuk membuat peraturan tentang cuti haid. Tanpa undang-undang, pemilik perusahaan tetap menerapkan prinsip ekonomi yang menekan biaya produksi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Sehingga perempuan akan tetap disuruh bekerja meskipun dalam keadaan haid padahal para ahli kesehatan menggolongkan wanita yang haid sebagai orang yang sakit.  
Permasalahan haid adalah permasalahan yang menyita perhatian kaum hawa sejak lama. Imam Ahmad menyatakan bahwa dalam tradisi Yahudi, kaum laki-laki tidak makan atau bergaul bersama perempuan yang sedang haid. Bahkan kaum laki-laki mengusir mereka dari rumah. Sedang sebagian bangsa Arab pada awal Islam masih melakuan hubungan badan dengan istri meskipun mereka haid. Mereka melakukan itu lewat dubur istri, kemudian Allah melarang mereka dengan diturunkannya surat Al-Baqarah ayat 222.
Islam memerintahkan umat Muhammad SAW untuk tetap berbuat baik terhadap istri meskipun terdapat perubahan sikap pada istri, anak, atau teman kerja mereka. Yang dilarang Islam adalah jima’. Hal ini sebagaimana jawaban Nabi SAW ketika ditanya sahabatnya Tsabit bin Dahdaah. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendidikan Tinggi Bahasa Arab

Kegiatan Dakwah Masjid Zakaria

Info UMS