Selamat datang di blog membangun peradaban. silahkan tulis kritik dan saran

Pages

Selasa, 15 Mei 2012

REPRODUKSI PEREMPUAN DALAM ISLAM DAN BARAT MODERN


REPRODUKSI PEREMPUAN DALAM ISLAM DAN BARAT MODERN
Oleh, Warsito, S.Pd., M.P.I.
Dalam Islam, permasalahan reproduksi adalah permasalahan suami dan istri. Penundaan kehamilan seorang istri bukanlah hak mutlak seorang istri melainkan harus dengan persetujuan suami, sebagaimana seorang suami tidak boleh semena-mena menuntut anak kepada istri. Pada awal Islam, bahkan sampai pada abad ke-20, pencegahan kehamilan yang paling popular adalah dengan mempraktekan hubungan terputus (Azl). Menurut Thariq At-Thawari, faktor-faktor yang mendorong seseorang melakukan Azl dan sejalan dengan Syari’ah adalah; ketidak-inginan hamba sahaya perempuannya melahirkan seorang anak, ketidak-inginan isteri yang disetubui untuk mengandung ketika masih dalam proses menyusui karena dapat membahayakan anak yang sedang disusui, dalam keadaan darurat yang berkaitan dengan kondisi sang isteri, dan kondisi isteri yang menuntut untuk dilakukannya azl.[1]
Sedangkan reproduksi menurut Barat adalah hak mutlak seorang istri tanpa ada campur tangan seorang suami. Seorang istri diberi kebebasan untuk hamil atau tidak sedang suami tidak memiliki hak memerintah atau melarang. [2] Sebagai contoh adalah kisah Anne Taylor Fleming, penulis buku Motherhood Differed (1994). Dia mengatakan bahwa tubuhnya langsung mengerut ketika mendengar bisikan suaminya bahwa dia ingin memiliki anak. Sejak saat itu, Anne secara teratur mmenggunakan KB dengan ambisi ingin melindungi rahimnya dari janin.[3]


[1] Dikutip Mudzakir, Analisis bangunan Wacana lesbianisme Kaum Feminis Radikal, kumpulan Hasil Kajian Program Kaderisasi Ulama. PKU – ISID GONTOR Periode III,  hal. 59   
[2] Dadang S. Anshori, Engkos Kosasih, dan Farida Sarimaya (edit) Membincangkan Feminisme, Bandung: Pustaka Hidayah, 1997,  hal. 7. 
[3] Danelle Crittenden, Wanita Salah Langkah?: Menggugat Mitos-Mitos Kebebasan Wanita Modern, Bandung: Qanita. 2002. hal. 200

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendidikan Tinggi Bahasa Arab

Kegiatan Dakwah Masjid Zakaria

Info UMS